Sopir tersebut diketahui bernama Danar Nurhuda (26), warga Belida Darat, Kabupaten Muara Enim. Polisi menyebut Danar memiliki riwayat penyakit menahun yang diduga berkaitan dengan kematiannya.
Kasi Humas Polres Ogan Ilir Iptu Mansyur mengatakan, informasi mengenai riwayat penyakit tersebut diperoleh pihak kepolisian dari keluarga Danar.
"Sakit menahun itulah yang diduga menjadi penyebab kematian almarhum," kata Mansyur kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).
Sebelum kondisinya menurun, Danar sempat turun dari truk untuk menanyakan mekanisme pembayaran solar kepada petugas SPBU. Ia juga sempat menyinggung penggunaan aplikasi MyPertamina untuk memastikan apakah pembayaran BBM dapat dilakukan secara tunai maupun nontunai.
"Almarhum sempat menyinggung soal aplikasi MyPertamina. Maksudnya apakah bisa bayar BBM tunai atau nontunai?" ujar Mansyur.
Setelah berbincang dengan petugas, Danar kemudian kembali menuju truknya. Namun, dalam perjalanan, ia sempat mampir ke sebuah warung yang berada di area SPBU.
Saat berada di warung tersebut, kondisi Danar tiba-tiba memburuk. Tubuhnya terlihat oleng dan lemas. Tak lama kemudian, darah keluar dari hidungnya.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah sopir truk yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan. Danar kemudian dibawa ke sebuah pondok di sekitar SPBU untuk mendapatkan penanganan.
"Rekan-rekan almarhum sesama sopir truk langsung berinisiatif membawa Danar ke sebuah pondok di sekitar SPBU. Di pondok itu almarhum menghembuskan napas terakhir," ungkap Mansyur.
Setelah Danar dinyatakan meninggal dunia, jasadnya dievakuasi ke RS Ar-Royyan Indralaya. Pemeriksaan luar kemudian dilakukan terhadap jenazah tersebut.
Mansyur menyampaikan pihak kepolisian turut berduka atas kejadian yang menimpa Danar.
"Kami turut berduka cita atas peristiwa ini. Semoga arwah almarhum diterima di sisi-Nya," ucapnya. *
