Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Dari Limbah Jadi Energi, Muratara Mulai Kembangkan BioCNG

Selasa, 06 Oktober 2026 | Oktober 06, 2026 WIB Last Updated 2026-10-06T07:50:51Z


MURATARA, LINTASSRIWIJAYA.COM - Limbah pabrik kelapa sawit (PKS) yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kini mulai dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan.


Salah satu limbah utama dari proses pengolahan kelapa sawit adalah limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Limbah tersebut umumnya berwarna cokelat gelap dan memiliki bau cukup tajam.


Apabila tidak dikelola dengan baik, POME berpotensi mencemari badan air, menurunkan kadar oksigen terlarut, hingga mengganggu ekosistem perairan.


Kini, limbah cair hasil pengolahan kelapa sawit tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan gas metana. Gas terbarukan itu selanjutnya diolah menjadi BioCNG dan disalurkan menuju titik injeksi gas PGN di Pagardewa.


Dari titik tersebut, gas kemudian akan dipasok kepada pelanggan di Pulau Jawa melalui jaringan pipa yang telah tersedia.


Bupati Muratara Devi Suhartoni menyambut positif pemanfaatan limbah menjadi energi terbarukan tersebut. Menurutnya, inovasi itu dapat menjadi salah satu solusi untuk mengubah persoalan lingkungan di Muratara menjadi sumber energi yang memiliki nilai ekonomi.


"Ini sangat bagus. Energi terbarukan dari sampah merupakan ide yang brilian. Limbah yang sebelumnya dianggap mengganggu dan hanya dipandang sebagai masalah, tetapi sekarang bisa diolah menjadi energi yang bermanfaat dan memiliki nilai tinggi," kata Devi, Senin (5/10/2026).


Menurutnya, inovasi pemanfaatan limbah menjadi energi perlu terus didorong dan dipromosikan agar semakin dikenal masyarakat.


Selain membantu mengurangi persoalan lingkungan, pengelolaan limbah secara tepat juga dinilai berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru bagi daerah.


Dengan pengelolaan tersebut, limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat ditransformasi menjadi sumber energi sekaligus menghasilkan nilai tambah.


"Kita juga berharap inovasi energi berbasis sampah ini dapat menjadi contoh sekaligus katalisator bagi lahirnya berbagai terobosan baru dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan energi terbarukan di daerah," ujarnya.


Sementara itu, Director of Operations SIPEF Jonathan Fun menjelaskan, sebelumnya metana yang dihasilkan dari limbah cair pabrik kelapa sawit ditangkap untuk kemudian dilakukan proses flaring.


Dengan hadirnya fasilitas BioCNG, gas tersebut kini dapat diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar terbarukan yang dapat dimanfaatkan pelanggan untuk membantu menekan emisi dari kegiatan operasional mereka.


"Proyek ini memungkinkan SIPEF memanfaatkan sumber daya yang telah kami miliki secara lebih optimal, sekaligus membantu pihak lain dalam mencapai tujuan dekarbonisasi mereka," ujarnya.


Dengan pembangunan fasilitas tersebut, Muratara tidak hanya menjadi salah satu daerah penghasil dan pengolahan komoditas kelapa sawit. Daerah ini juga berpotensi menjadi salah satu titik pengembangan energi terbarukan berbasis limbah di Sumatera Selatan.


Transformasi limbah sawit menjadi BioCNG sekaligus membuka peluang baru bagi Muratara untuk mengembangkan ekonomi sirkular, dengan mengubah limbah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan menjadi sumber energi yang memiliki nilai tambah. *


#Muratara #MusirawasUtara #SumateraSelatan #BioCNG #EnergiTerbarukan #LimbahSawit #KelapaSawit #EnergiHijau #Lingkungan #EkonomiSirkular #PGN #SIPEF #BeritaMuratara #BeritaSumsel #LintasSriwijaya

×
Berita Terbaru Update