Pemantauan tersebut juga bertujuan mengantisipasi antrean panjang kendaraan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Selain itu, kehadiran personel kepolisian di SPBU diharapkan mampu mencegah aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polres OKI dan Polsek jajaran memantau situasi di area SPBU, memastikan proses pengisian BBM berlangsung tertib, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh BBM secara aman dan tertib. Petugas juga mengantisipasi potensi penimbunan, penyalahgunaan BBM bersubsidi, serta tindakan lain yang dapat merugikan masyarakat.
Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa monitoring di SPBU merupakan langkah preventif untuk menjaga ketertiban distribusi BBM sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Menurut dia, pengawasan perlu dilakukan agar penyaluran BBM bersubsidi tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kelancaran antrean kendaraan dan pencegahan aksi premanisme juga menjadi perhatian agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Polres OKI mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre, mematuhi arahan petugas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat distribusi BBM maupun mengganggu arus lalu lintas.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi atau aksi premanisme di lingkungan SPBU.
Melalui monitoring yang dilakukan Polres OKI bersama Polsek jajaran, distribusi BBM di Kabupaten OKI diharapkan berlangsung aman, tertib, dan tepat sasaran. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas. *
