Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Harga Telur dan Ayam di Sekayu Melonjak Usai MBG Kembali Bergulir, Pedagang Keluhkan Stok Menipis

Minggu, 19 Juli 2026 | Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T17:27:19Z


MUBA, LINTASSRIWIJAYA.COM – Distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir di Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), sejak Senin (13/7/2026). Sepekan setelah program andalan Presiden Prabowo tersebut berjalan, masyarakat kembali mengeluhkan kenaikan harga sejumlah bahan pokok, terutama telur ayam dan ayam ras.


Berdasarkan pantauan di Pasar Randik Sekayu, Minggu (19/7/2026), lonjakan harga paling mencolok terjadi pada telur ayam dan ayam ras. Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp23 ribu per kilogram saat masa libur sekolah, kini naik menjadi Rp27 ribu per kilogram. Sementara harga ayam ras potong meningkat dari Rp32 ribu menjadi Rp37 ribu per kilogram.


Adapun harga cabai merah keriting masih berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, sedangkan cabai setan bertahan di angka Rp60 ribu per kilogram. Harga bawang merah juga belum mengalami kenaikan signifikan, yakni masih berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Untuk komoditas ikan, harga masih relatif stabil, dengan ikan lele dijual Rp27 ribu per kilogram dan ikan nila Rp35 ribu per kilogram.


Sejumlah pedagang mengaku stok telur ayam mulai menipis karena banyak distributor kehabisan persediaan. Kondisi ini diduga dipicu tingginya permintaan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga pasokan ke pasar menjadi terbatas. Akibatnya, harga telur di tingkat pedagang ikut mengalami kenaikan.


Ko Anton, salah seorang pedagang sembako di Pasar Randik, mengatakan dirinya kini kesulitan memperoleh stok telur dari distributor langganannya dan harus melakukan pemesanan lebih awal.


"Banyak disuplai untuk MBG. Jadi jangan berharap harganya seperti kemarin (Rp23 ribu),"


Menurutnya, hingga saat ini belum ada kenaikan signifikan pada komoditas pangan lainnya. Meski harga telur naik, kondisi tersebut belum terlalu memengaruhi tingkat penjualan di pasar.


"Kemungkinan harga bahan pokok masih dapat bergerak apabila permintaan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan,"


Sementara itu, pedagang ayam potong, Mai, mengatakan kenaikan harga ayam terjadi secara bertahap mengikuti harga dari agen pemasok. Dalam beberapa hari terakhir, harga ayam naik dari Rp33 ribu menjadi Rp35 ribu, dan kini mencapai Rp37 ribu per kilogram.


"Kami hanya mengikuti harga dari pemasok. Harapan kami dari pedagang ini, harga tetap stabil agar daya beli masyarakat terjaga. Pedagang juga tetap memperoleh keuntungan yang layak,"


Kenaikan harga telur dan ayam juga mulai dirasakan pelaku usaha kuliner. Susan, pemilik salah satu rumah makan di Sekayu, mengaku harus lebih cermat mengatur modal usaha agar tetap bisa memperoleh keuntungan.


"Telur dan ayam itu menu wajib karena olahannya juga banyak. Mau tak mau harus tetap beli meskipun harganya naik,"


Ia berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan pasokan bahan pangan agar stok tetap tersedia dan lonjakan harga tidak semakin tinggi.


"Biarpun harga telur dan ayam naik, setidaknya bawang dan cabai jangan ikut naik. Karena pusing sekali mengatur modal kalau semuanya naik, sementara harga jualan kita tak bisa naik. Banyak konsumen protes dan ujung-ujungnya tidak laku,"


#Muba #Sekayu #MBG #MakananBergiziGratis #HargaTelur #HargaAyam #BahanPokok #PasarRandik #Sumsel #Ekonomi

×
Berita Terbaru Update