Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Jejak Diduga Harimau Sumatera Ditemukan di Muratara, BKSDA Lakukan Penelusuran

Kamis, 09 Juli 2026 | Juli 09, 2026 WIB Last Updated 2026-07-09T17:21:07Z


MURATARA, LINTASSRIWIJAYA.COM - Warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, dihebohkan dengan temuan jejak kaki satwa liar yang diduga merupakan Harimau Sumatera. Menindaklanjuti laporan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan turun ke lokasi untuk melakukan penelusuran.


Jejak kaki tersebut ditemukan di Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel, Yusmono, mengatakan peninjauan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya dugaan jejak harimau di wilayah tersebut.


Meski jejak kaki telah ditemukan, Yusmono mengaku pihaknya belum dapat memastikan apakah jejak tersebut benar berasal dari Harimau Sumatera.


"Iya, kami melakukan peninjauan di Ulu Rawas kemarin (8/7/2026) karena ada temuan jejak harimau. Kalau yang temuan terakhir belum bisa dipastikan apakah itu jejak kaki harimau atau bukan karena jejaknya kurang jelas lantaran berada di semak-semak," katanya, Kamis (9/7/2026).


Yusmono mengungkapkan, laporan awal mengenai temuan jejak tersebut berasal dari seseorang yang bukan warga setempat, melainkan berasal dari Sarolangun, Jambi. Kondisi itu membuat petugas kesulitan menggali informasi lebih rinci terkait lokasi penemuan jejak.


"Yang membuat laporan itu bukan orang asal sana, tapi asal Sarolangun sehingga tidak bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Setelah kami cek ke lokasi, jejaknya juga tidak terlalu jelas," ujarnya.


Setelah menerima laporan, BKSDA bersama SPTN Wilayah V serta masyarakat melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi tempat kemunculan satwa tersebut. Namun, petugas tidak menemukan jejak baru.


Berdasarkan hasil analisis jejak di lapangan serta informasi dari masyarakat, Yusmono mengatakan satwa yang diduga muncul lebih mengarah kepada macan dahan, bukan Harimau Sumatera.


"Kami belum bisa memastikan apakah itu Harimau Sumatera atau macan dahan. Warga di sana juga banyak yang belum mengetahui jenis satwa tersebut, sehingga belum bisa dipastikan apakah macan dahan atau macan akar," jelasnya.


Meski demikian, pihaknya tetap memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi interaksi negatif antara manusia dengan satwa liar.


"Petugas mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di kawasan hutan pada sore hingga malam hari, tidak mendekati lokasi yang diduga menjadi habitat satwa, tidak melakukan perburuan maupun pemasangan jerat, serta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali menemukan jejak atau kemunculan satwa liar," imbaunya.


Selain menindaklanjuti laporan temuan jejak tersebut, Yusmono mengatakan pihaknya juga kembali mengecek lokasi di Desa Kuto Tanjung yang sebelumnya dilaporkan mengalami serangan satwa liar hingga menyebabkan 17 ternak warga mati pada Mei 2026.


"Sudah dicek juga yang laporan ternak mati di Kuto Tanjung. Itu juga akan kami tindak lanjuti," tuturnya.


#Muratara #HarimauSumatera #BKSDA #UluRawas #SatwaLiar #SumateraSelatan #MacanDahan #LintasSriwijaya

×
Berita Terbaru Update