Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Kasus Suspek Flu Singapura di Lubuklinggau Capai 54, Dinkes Perkuat Upaya Pencegahan

Minggu, 19 Juli 2026 | Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T17:22:35Z


LUBUKLINGGAU, LINTASSRIWIJAYA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau mencatat sebanyak 54 kasus suspek Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) selama periode Januari hingga Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan catatan hingga Juni 2026 yang mencapai 49 kasus.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Marlinda Sari, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan untuk menekan potensi penyebaran penyakit tersebut.


"Meskipun sampai saat ini kami belum menerima laporan maupun temuan kasus penularan Flu Singapura di Lubuklinggau. Namun upaya pencegahan terus kita lakukan," katanya, Jumat (17/7/2026).


Marlinda menjelaskan, salah satu langkah pencegahan difokuskan pada wisatawan yang berkunjung ke Kota Lubuklinggau melalui pengawasan di pintu masuk bandara. Menurutnya, pengawasan tersebut penting karena virus berpotensi berasal dari luar daerah.


"Salah satu upaya pencegahan dilakukan melalui pengawasan di pintu bandara karena virus ini berasal dari luar. Kalau kita keluar pasti terdata di bandara, kalau dari luar biasanya terdata dari Jakarta dan ada warning line ke kita," jelasnya.


Selain pengawasan di bandara, Marlinda mengatakan pihaknya juga terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui seluruh puskesmas di Kota Lubuklinggau.


"Selain itu, kita juga melakukan penyampaian imbauan kepada masyarakat melalui puskesmas yang ada," ujarnya.


Menurut Marlinda, Flu Singapura merupakan penyakit musiman yang kasusnya cenderung meningkat pada masa pancaroba atau peralihan musim, baik dari musim hujan ke kemarau maupun sebaliknya.


Gejala awal Flu Singapura umumnya menyerupai influenza, seperti demam, pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Dalam waktu tiga hingga enam hari setelah terpapar virus, penderita biasanya mulai mengalami gejala khas berupa sariawan, muncul ruam merah yang terasa gatal, serta nyeri pada telapak tangan dan kaki.


"Kalau ada temuan kasus di daerah seperti Lubuklinggau ini, biasanya akan dilakukan pertemuan atau koordinasi dengan Dinkes Sumsel baik secara daring maupun luring," ujarnya.


Marlinda juga mengimbau para orang tua agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala Flu Singapura sehingga dapat memperoleh penanganan sedini mungkin.


"Orang tua juga diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala HFMD agar mendapat penanganan sedini mungkin," tuturnya.


#Lubuklinggau #FluSingapura #HFMD #DinkesLubuklinggau #Kesehatan #LintasSriwijaya

×
Berita Terbaru Update