BANYUASIN, LINTASSRIWIJAYA.COM– Duka menyelimuti jajaran Satlantas Polres Banyuasin. Seorang personel, Aipda Dwi Margianto, meninggal dunia pada Rabu (5/8/2026) malam setelah sebelumnya mengalami sesak napas.
Kepergian anggota yang selama ini bertugas mengatur arus lalu lintas di Jalur Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Betung tersebut memicu simpati masyarakat. Di sisi lain, muncul dugaan bahwa almarhum mengalami kelelahan setelah ikut menangani kemacetan panjang di kawasan Kilometer 17.
Informasi mengenai meninggalnya Aipda Dwi Margianto ramai diperbincangkan di media sosial. Salah seorang warga mengunggah ucapan belasungkawa sekaligus mengenang sosok almarhum sebagai polisi yang ramah saat bertugas mengatur lalu lintas.
Dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa almarhum diduga meninggal setelah kelelahan mengurai kemacetan panjang yang terjadi selama beberapa hari terakhir akibat pekerjaan perbaikan jalan di Km 17 Jalintim.
Menanggapi kabar tersebut, Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino membenarkan bahwa Aipda Dwi Margianto telah meninggal dunia. Namun, ia menegaskan belum dapat menyimpulkan bahwa penyebab meninggalnya anggota tersebut berkaitan dengan kelelahan saat bertugas.
"Saya tidak berani menyimpulkan hal itu," kata Risnan saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).
Risnan menjelaskan, berdasarkan kronologi yang diterimanya, sekitar pukul 18.30 WIB almarhum yang tinggal di Dusun II, Desa Lalang Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, mulai mengeluhkan sesak napas.
Meski demikian, kondisi almarhum saat itu masih cukup baik sehingga mampu mengendarai sepeda motor bersama istrinya menuju klinik kesehatan 24 jam.
"Sesampainya di klinik, almarhum diperiksa dan diberikan obat alergi, obat batuk, antibiotik, serta menjalani terapi nebulizer dengan oksigen. Setelah itu almarhum bersama istrinya pulang ke rumah," ujarnya.
Setibanya di rumah sekitar pukul 19.00 WIB, almarhum mengonsumsi obat yang diberikan dokter dan kembali menggunakan nebulizer untuk meredakan sesak napas. Setelah itu, ia sempat beraktivitas seperti biasa.
Namun, sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi almarhum kembali menurun. Sesak napas yang dialaminya semakin berat, disertai tubuh yang mulai melemah.
Keluarga kemudian membawa almarhum menuju Rumah Sakit Sukajadi. Namun, nahas, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Aipda Dwi Margianto dinyatakan meninggal dunia.
"Almarhum sebelumnya memang memiliki riwayat penyakit asma," jelas Risnan.
Aipda Dwi Margianto diketahui bertugas sebagai Banit Satlantas Polres Banyuasin. Dalam beberapa hari terakhir, ia ikut diterjunkan untuk mengatur arus kendaraan di Jalintim Palembang–Betung yang mengalami kemacetan parah akibat penyempitan jalan karena proyek perbaikan di Kilometer 17.
Kemacetan di jalur nasional tersebut bahkan mengular hingga puluhan kilometer. Kondisi itu membuat personel kepolisian, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait harus bekerja ekstra untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang memastikan bahwa aktivitas almarhum dalam menangani kemacetan menjadi penyebab meninggalnya Aipda Dwi Margianto. *
#Banyuasin #AipdaDwiMargianto #PolresBanyuasin #Satlantas #Jalintim #Km17 #PalembangBetung #Kemacetan #SumateraSelatan #BeritaBanyuasin #LintasSriwijaya
