Pabandyaops Sopsdam II/Sriwijaya, Letkol Inf Luki Pardianto, mengatakan sebanyak enam titik sumur bor yang tersedia di sekolah tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan air bersih. Kondisi itu terjadi sebagai dampak kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
"Kodam II/Sriwijaya akan mengupayakan dukungan dua unit mobil tangki air. Dengan mempertimbangkan jarak dan kondisi jalan menuju lokasi sekolah, setiap kendaraan direncanakan melakukan dua ritase perjalanan per hari," ujarnya saat menerima audiensi Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumsel bersama perwakilan Kemensos, PT Waskita Karya, PIC Sekolah Rakyat Sumsel, dan PPK Wilayah VIII Sekolah Rakyat.
Luki menjelaskan, dukungan dan sinergi tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi para siswa serta tenaga pendidik dan kependidikan. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar dan operasional sekolah berasrama dapat tetap berjalan dengan baik.
PPK Wilayah VIII Kemensos Mohammad Azam mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari koordinasi lintas instansi untuk memastikan kebutuhan air bersih di sekolah dapat segera terpenuhi.
Menurutnya, dukungan dua mobil tangki tersebut akan membantu menjaga ketersediaan air bersih di Sekolah Rakyat Terintegrasi Empat Lawang.
"Biaya operasional mobil tangki tersebut akan ditanggung oleh Kemensos sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang disepakati," katanya. *
