Pesawat tersebut terpaksa kembali ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta Barat, setelah pilot beberapa kali mencoba melakukan pendaratan, namun kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, saat wilayah Kota Lubuklinggau diguyur hujan deras disertai angin kencang.
Salah satu penumpang, Era Neizma, mengatakan pesawat sempat berada di atas wilayah Kota Lubuklinggau sebelum akhirnya berputar-putar dan memutuskan kembali ke Jakarta.
"Pesawat kami gagal mendarat di Lubuklinggau gara-gara angin kencang. Tadi sempat muter-muter di Lubuklinggau. Karena angin kencang sampai turbulence parah, jadi balik lagi ke Jakarta," katanya, Minggu.
Menurut Era, kondisi cuaca buruk tersebut menyebabkan pesawat mengalami turbulensi cukup kuat. Situasi itu sempat membuat sejumlah penumpang panik.
"Tadi di dalam pesawat turbulencenya kuat jadi sempat agak panik," ujarnya.
Sementara itu, Humas Bandara Silampari Lubuklinggau, Bandik, membenarkan adanya pesawat yang batal mendarat akibat kondisi cuaca ekstrem.
"Iya, balik lagi ke Cengkareng, Jakarta Barat karena faktor cuaca angin kencang. Cuma satu pesawat yang gagal mendarat tadi, Batik Air penerbangan pukul 14.00 WIB," katanya.
Bandik menjelaskan, pesawat tersebut seharusnya tiba di Bandara Silampari sekitar pukul 15.15 WIB. Namun, pilot telah beberapa kali mencoba melakukan pendaratan sebelum akhirnya memutuskan kembali ke bandara asal.
"Seharusnya mendarat di Lubuklinggau on time 15.15 WIB. Karena cuaca buruk tadi sudah beberapa kali dicoba untuk mendarat, tapi tidak memungkinkan karena cuaca ekstrem. Jadi harus kembali ke Cengkareng atau bahasanya RTD (Return to Base), kembali ke bandara asal," jelasnya.
Menurut Bandik, pihak Bandara Silampari masih menunggu informasi lebih lanjut terkait kelanjutan penerbangan tersebut. Hingga saat ini, belum diketahui apakah pesawat akan kembali menuju Lubuklinggau setelah kondisi cuaca membaik atau penerbangan ditunda hingga keesokan harinya.
"Kita baru dapat info pesawat itu balik ke Cengkareng. Untuk alternatif atau kelanjutannya belum dapat info kita. Ini masih kita cari tahu lebih lanjut dulu, apakah menunggu cuaca bagus lagi kemudian berangkat lagi atau ditunda sampai besok," ujarnya.
Ia mengatakan, apabila penerbangan tersebut ditunda hingga besok, maka akan terdapat dua penerbangan menuju Lubuklinggau, yakni penerbangan yang tertunda hari ini dan penerbangan yang memang telah terjadwal pada hari berikutnya.
"Kalau jadi besok berarti ada dua pesawat yang ke Linggau, yakni penerbangan yang ditunda hari ini sama penerbangan yang memang jadwalnya besok," ungkapnya.
Meski demikian, Bandik memastikan penerbangan yang dijadwalkan pada Senin (28/9/2026) tetap berjalan normal sesuai jadwal.
"Untuk penerbangan besok tetap normal sesuai jadwal karena yang sore tadi karena faktor cuaca," tuturnya. *
