Sebelumnya, polisi menyebut penusukan tersebut diduga dipicu tuduhan HT yang menyebut Sukri kerap mengganggu istrinya, Yuyun. Diketahui, Yuyun merupakan perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa dan kerap berkeliling di wilayah Kota Lubuklinggau, khususnya kawasan Pasar Inpres.
Namun, pihak keluarga korban membantah tudingan tersebut. Anak korban, Rizal Effendi, mengatakan peristiwa itu bermula pada Senin (5/10/2026), ketika adiknya sedang bermain di dekat gerobak tempat ayahnya berjualan.
Saat itu, Yuyun datang dan mengambil botol minum milik adiknya hingga membuatnya menangis. Melihat adiknya diganggu, Sukri kemudian memarahi Yuyun sambil menggebrak meja.
"Karena dimarahi Bapak, Yuyun pergi sambil mengancam akan melaporkan hal itu ke suaminya yakni HT," katanya, Rabu (7/10/2026).
Rizal mengaku baru mengetahui ayahnya menjadi korban penusukan setelah menerima telepon dari ibunya pada Selasa (6/10/2026). Saat itu, sang ibu memberitahukan bahwa Sukri telah dibawa ke Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau.
"Ibu ngomong Bapak ditusuk orang dan sudah dibawa ke RS Bunda. Siangnya bapak meninggal dunia," ujarnya.
Yuyun Diamankan Satpol PP
Di sisi lain, Sekretaris Satpol PP Lubuklinggau, Muhamad Syarifian, mengatakan pihaknya telah mengamankan Yuyun di kawasan Pasar Inpres pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Menurutnya, petugas sebelumnya menerima laporan mengenai Yuyun yang diduga mengganggu warga di Kelurahan Belalau, Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Yuyun juga disebut sempat melempari warga menggunakan batu.
"Anggota turun sekitar pukul 11.00 WIB di Pasar Inpres. Malam tadi dapat laporan dia mengganggu warga di kawasan Belalau, dia melempari batu ke warga," katanya.
Setelah diamankan, Yuyun diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Lubuklinggau untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Sudah diamankan ke Dinsos dan dicek kesehatannya. Sekarang dia sudah dibawa ke Dinsos Lubuklinggau," ujarnya.
Polisi Masih Buru Dua Terduga Pelaku
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP M Kurniawan Azwar, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memburu dua terduga pelaku penusukan terhadap Sukri.
"Masih dilakukan proses penyelidikan, para pelaku masih kita buru," ujarnya.
Kronologi Penusukan Pedagang Pisang Molen
Diberitakan sebelumnya, Sukri, seorang pedagang pisang molen di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, tewas setelah ditusuk oleh dua orang pengamen yang diidentifikasi berinisial HT dan UJ.
Peristiwa berdarah itu terjadi di kawasan Pasar Inpres, Jalan Panorama, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Saat kejadian, Sukri sedang berjualan pisang molen. Tiba-tiba, HT datang dan menuduh korban sering mengganggu istrinya.
HT kemudian mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan mengejar korban. Dalam peristiwa tersebut, terduga pelaku UJ yang turut mengejar korban diduga menusuk Sukri satu kali menggunakan pisau di bagian dada sebelah kiri.
Setelah kejadian, Sukri dilarikan ke Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut dan menangkap kedua terduga pelaku. *
