Bentrokan antara mahasiswa dan kelompok massa lain menyebabkan sejumlah mahasiswa, seorang anggota Polri, serta dua wartawan menjadi korban pengeroyokan.
Kericuhan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di sekitar pintu masuk Mapolda Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang. Situasi memanas ketika mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi bertemu dengan kelompok massa yang sebelumnya menggelar kegiatan pembagian masker kepada pengguna jalan.
Sebelum demonstrasi mahasiswa berlangsung, sekelompok massa yang terdiri dari komunitas ojek online (ojol) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) terlihat membagikan masker di dekat pintu masuk kedua Mapolda Sumsel.
Sejumlah petugas gabungan juga telah bersiaga di lokasi. Personel yang diterjunkan antara lain anggota Sabhara, polisi wanita (polwan), serta satuan kepolisian lainnya.
Tak lama kemudian, rombongan mahasiswa tiba menggunakan mobil komando. Suara lagu mars mahasiswa terdengar dari seberang Jalan Jenderal Sudirman ketika rombongan bergerak menuju pintu masuk pertama Mapolda Sumsel dengan pengawalan kendaraan petugas.
Namun, situasi berubah ketika kelompok massa yang sebelumnya membagikan masker mendatangi mahasiswa di depan pintu masuk tersebut. Pertemuan kedua kelompok itu memicu kericuhan yang berujung aksi pemukulan.
Aksi kekerasan terjadi di depan pintu masuk Mapolda Sumsel. Sejumlah mahasiswa yang berusaha menyelamatkan diri dikejar kelompok massa hingga ke kawasan lampu merah Simpang Empat Mapolda Sumsel.
Dalam insiden tersebut, seorang anggota kepolisian juga dilaporkan menjadi korban pengeroyokan. Situasi semakin tidak terkendali ketika kelompok massa turut menyerang wartawan yang tengah menjalankan tugas peliputan.
Dua wartawan yang menjadi korban diketahui bernama Rachmad Kurniawan dari TribunSumsel dan Mulyadi dari PAL TV.
Saat kejadian, Rachmad tengah melakukan siaran langsung melalui Facebook, sedangkan Mulyadi sedang meliput situasi kericuhan di bawah jalan layang Mapolda Sumsel.
Keduanya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.
Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya bersama Rachmad telah berupaya menjelaskan kepada kelompok massa bahwa mereka merupakan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Namun, penjelasan tersebut tidak dihiraukan.
“Kami dikeroyok oleh rombongan baju hitam,” ujar Mulyadi saat ditemui di rumah sakit.
Akibat pengeroyokan tersebut, kedua wartawan harus menjalani perawatan medis di IGD RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.
Mulyadi terlihat terduduk lemas di kursi roda. Ia mengalami memar di wajah dan luka robek pada bibir.
Sementara itu, Rachmad terbaring di ranjang IGD dengan sejumlah luka memar di wajah. Darah juga terlihat mengalir dari hidung dan kakinya.
Meski telah mendapatkan penanganan medis, Rachmad mengaku masih merasakan pusing akibat insiden tersebut.
“Sekarang kondisi saya masih pusing,” ujar Rachmad yang tampak masih lemas.
SMSI Sumsel Kutuk Pengeroyokan Wartawan
Insiden pengeroyokan terhadap dua jurnalis tersebut mendapat perhatian dari Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Selatan, Jhon Heri.
Ia mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan dan mendesak aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut serta menangkap para pelaku.
"Kito mengutuk keras penganiayaan terhadap wartawan dan minta pihak polisi mengusut dan menangkap pelakunyo," ujar Jhon Heri.
Insiden ini menjadi perhatian serius karena kekerasan terjadi terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan di ruang publik. Penanganan kasus tersebut diharapkan dapat mengungkap pihak-pihak yang terlibat sekaligus memastikan adanya pertanggungjawaban hukum atas tindakan kekerasan yang terjadi. *
