Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Kabar Gembira Petani Karet OKU, Harga Getah Naik Jadi Rp26 Ribu per Kg

Selasa, 13 Oktober 2026 | Oktober 13, 2026 WIB Last Updated 2026-10-13T08:54:02Z


OKU, LINTASSRIWIJAYA.COM– Harga getah karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel), mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Harga yang sebelumnya Rp18.500 per kilogram (kg) kini melonjak menjadi Rp25.000 per kg.


Kenaikan harga tersebut menjadi angin segar bagi para petani karet di wilayah setempat. Mereka kembali bergairah menyadap pohon karet seiring membaiknya harga jual komoditas andalan tersebut.


"Harga getah karet dua mingguan naik dari Rp18.500 per kg menjadi Rp25.000 per kg," kata salah seorang petani karet asal Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU, Bambang, saat dihubungi dari Palembang, Senin.


Ia mengatakan, kenaikan harga getah karet tersebut membawa harapan baru bagi para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari perkebunan karet.


Petani karet di Kabupaten OKU, khususnya di Kecamatan Peninjauan dan sekitarnya, kini tersenyum sumringah menyusul harga karet beku yang menembus angka Rp25.000 per kilogram tersebut, ujar Bambang.


Menurut dia, harga tersebut terakhir kali dirasakan pada 1998. Kini, komoditas andalan masyarakat tersebut kembali mencatatkan harga tinggi sehingga memberikan peluang bagi petani untuk menikmati hasil penjualan yang lebih menguntungkan.


Kenaikan harga juga terjadi pada getah karet dengan sistem penjualan mingguan. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp16.000 per kg kini naik menjadi Rp22.000 per kg.


"Untuk getah karet mingguan juga naik harga dari kisaran sebelumnya di angka Rp16.000 per kg menjadi Rp22.000 per kg," katanya.


Hal senada disampaikan Gusep, petani karet asal Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU. Ia mengungkapkan, kenaikan harga juga terjadi pada getah karet dengan sistem penimbangan bulanan.


Menurut Gusep, harga getah karet bulanan yang sebelumnya Rp22.000 per kg kini meningkat menjadi Rp26.000 per kg.


Meski demikian, kenaikan harga tersebut belum sepenuhnya membuat petani bisa menikmati keuntungan maksimal. Pasalnya, produksi getah karet saat ini mengalami penurunan akibat kondisi kemarau ekstrem yang melanda wilayah OKU.


"Dampak cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten OKU turut menjadi faktor berkurangnya hasil produksi getah karet yang dihasilkan petani," kata Gusep.


Menurut dia, musim kemarau tidak hanya menyebabkan kekeringan serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga berdampak terhadap produktivitas perkebunan karet milik masyarakat.


"Hasil sadapan getah pohon karet berkurang sekitar 50 persen selama musim kemarau. Mudah-mudahan segera turun hujan agar hasil produksi getah yang kami hasilkan melimpah," ujar dia.


Dengan harga jual yang kini meningkat, para petani berharap kondisi cuaca segera membaik agar produksi getah karet kembali meningkat. Jika hasil sadapan pulih, kenaikan harga tersebut diharapkan dapat mendongkrak pendapatan petani karet di Kabupaten OKU. *


#HargaKaret #HargaKaretOKU #PetaniKaret #OganKomeringUlu #SumateraSelatan #HargaGetahKaret #BeritaSumsel #BeritaOKU #EkonomiPetani #KabarPertanian #LintasSriwijaya

×
Berita Terbaru Update