Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Lubuklinggau Bakal Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Jumat, 09 Oktober 2026 | Oktober 09, 2026 WIB Last Updated 2026-10-10T06:40:19Z


LUBUKLINGGAU, LINTASSRIWIJAYA.COM – Sekolah di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, bakal menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyusul kabut asap yang semakin pekat dan kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat.


Instruksi tersebut dikeluarkan setelah kondisi kualitas udara di Kota Lubuklinggau memburuk sejak Kamis (8/10/2026). Situasi ini juga memicu keresahan para orang tua siswa yang khawatir terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan anak-anak mereka.


Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat, membenarkan telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lubuklinggau, Trisko Defriyansa, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lubuklinggau, Achmad Asril Asri, untuk segera memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh (SPJJ) di seluruh sekolah di Kota Lubuklinggau.


"Sudah diinstruksikan dengan sekda dan kadisdik agar memberlakukan SPJJ," katanya, Jumat (9/10/2026).


Berdasarkan data aplikasi Pantau Juara, Rachmat mengatakan kualitas udara di Kota Lubuklinggau diperkirakan masih berada dalam kategori tidak sehat selama beberapa hari ke depan.


Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Lubuklinggau tercatat mencapai angka 156 pada Jumat (9/10/2026). Angka tersebut diperkirakan dapat meningkat hingga kisaran 175–200.


"Artinya kualitas udara saat ini berada dalam kategori Tidak Sehat. Angka ini merujuk pada AQI (Air Quality Index) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Hal ini dilakukan karena diperkirakan polusi udara di Lubuklinggau diperkirakan semakin buruk ke depannya," ungkapnya.


Sementara itu, sejumlah sekolah di Kota Lubuklinggau mulai menerapkan pembelajaran daring sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap. Salah satunya adalah SD Muhammadiyah Lubuklinggau yang memberlakukan pembelajaran jarak jauh pada Jumat (9/10/2026) hingga Sabtu (10/10/2026).


Kepala SD Muhammadiyah Lubuklinggau, Jamal, mengatakan kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat.


"Ya benar, hari ini guru dan pelajar sudah melaksanakan pembelajaran daring," ujarnya.


Selain karena kabut asap yang semakin tebal, Jamal menjelaskan penerapan pembelajaran jarak jauh pada Sabtu juga berkaitan dengan agenda pelatihan dan pembinaan bagi guru serta staf yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Lubuklinggau.


Pihak sekolah akan kembali mengevaluasi kondisi udara pada Senin (12/10/2026). Jika kabut asap masih tebal dan kualitas udara belum membaik, pembelajaran daring akan kembali diberlakukan.


"Pihak sekolah akan kembali mengevaluasi kondisi udara pada Senin (12/10/2026). Jika kabut asap masih tebal dan kualitas udara belum membaik, pembelajaran daring akan kembali diberlakukan," ujarnya.


Jamal menegaskan, kebijakan pembelajaran jarak jauh tersebut bertujuan melindungi kesehatan siswa di tengah kondisi udara yang memburuk.


"Meskipun begitu, kegiatan belajar-mengajar tetap harus berjalan meskipun dilakukan secara daring," tuturnya. *


#Lubuklinggau #KabutAsap #PJJ #SekolahLubuklinggau #KualitasUdara #Pendidikan #SumateraSelatan #BeritaLubuklinggau #PanetLinggau #LintasSriwijaya

×
Berita Terbaru Update