“Saya minta KTNA aktif menjadi jembatan bagi petani dengan pemerintah. Sampaikan keluhan dan kebutuhan petani kepada pemerintah daerah. Jangan sungkan berkoordinasi dengan Pemkab Muba agar persoalan di lapangan bisa kita carikan solusinya bersama,” ujar Toha.
Toha mengatakan, Kabupaten Muba memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan puluhan ribu hektare lahan yang mendukung daerah tersebut menjadi salah satu lumbung pangan di Sumatera Selatan. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pemerintah daerah tahun ini memprioritaskan peningkatan produksi padi dan peremajaan karet rakyat.
Selain itu, ia mendorong pengembangan perkebunan yang disesuaikan dengan potensi lahan dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah juga berharap petani mampu mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian secara mandiri agar memiliki nilai tambah.
“Pemerintah berharap petani mulai mengembangkan pengolahan gabah secara mandiri sehingga hasil panen memiliki nilai tambah dan produk lokal dapat dipasarkan ke luar daerah dengan merek sendiri,” ucapnya.
Dalam kepengurusan KTNA Kabupaten Muba periode 2026–2031, Ketua Komisi I DPRD Muba, Indra Kusumajaya, terpilih secara aklamasi sebagai ketua. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat keterlibatan petani dan nelayan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Indra menjelaskan, KTNA merupakan organisasi independen yang menjadi wadah komunikasi, musyawarah, dan penyampaian aspirasi petani serta nelayan. Karena itu, ia berharap KTNA dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan perikanan.
Indra juga menyoroti kondisi sejumlah persawahan di wilayah Sekayu yang mengalami kekeringan hingga menyebabkan gagal panen. Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak berdampak lebih luas terhadap ketersediaan beras di Kabupaten Muba.
“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama untuk mengantisipasi dampaknya terhadap ketersediaan beras di Muba,” ucapnya.
Selain memperjuangkan aspirasi petani dan nelayan, KTNA Kabupaten Muba juga akan mempersiapkan keterlibatan anggotanya dalam Pekan Daerah (Peda) KTNA yang diselenggarakan setiap empat tahun. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada 2027.
Indra menegaskan, KTNA siap mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang belum produktif serta penyampaian berbagai persoalan yang dihadapi petani kepada pemerintah daerah.
“Kami berharap KTNA terus dilibatkan dan diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi petani. Dengan komunikasi yang baik, persoalan di lapangan dapat ditangani bersama demi meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Muba, A Thamrin, berharap kepengurusan KTNA yang baru dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kelompok tani.
Ia juga mengapresiasi kontribusi kepengurusan sebelumnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa serta mendukung penyaluran benih dan pupuk bersubsidi kepada petani.
“Tugas kita ke depan tidak ringan. Kita harus mendukung peningkatan luas tanam dan produksi beras, khususnya di Muba. Saya berharap pengurus yang baru segera melakukan konsolidasi dan membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan agar program kerja dapat disusun dan dilaksanakan bersama,” katanya.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris KTNA Provinsi Sumatera Selatan, Abusari, menambahkan bahwa KTNA merupakan organisasi kekeluargaan yang bergerak di bidang pertanian dalam arti luas.
“Organisasi ini dijalankan secara sukarela dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. *
