Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Karhutla di Pedamaran OKI Belum Padam Tiga Hari, Diduga Akibat Pembakaran Lahan

Minggu, 05 Juli 2026 | Juli 05, 2026 WIB Last Updated 2026-07-05T14:34:03Z
OKI, LINTASSRIWIJAYA.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, belum berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama tiga hari terakhir. Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh pembakaran lahan yang sengaja dilakukan untuk membersihkan area.

Titik api pertama kali terpantau dari pesawat patroli pada Kamis. Setelah lokasi kebakaran teridentifikasi, tim gabungan segera diterjunkan untuk melakukan pemadaman melalui jalur darat dan udara.

Pemadaman dari udara dilakukan menggunakan helikopter water bombing. Sementara itu, tim darat bergerak menuju lokasi untuk memadamkan api yang masih menyala di lahan gambut.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan proses pemadaman masih terus berlangsung hingga Sabtu (4/7/2026). Petugas menargetkan seluruh titik api dapat dipastikan padam pada hari ketiga operasi.

Ferdian menjelaskan, tim pemadam dibagi ke dalam sejumlah sektor serang berdasarkan hasil evaluasi operasi pemadaman pada hari sebelumnya agar penanganan lebih efektif. Pada Jumat, tim baru berhasil memadamkan api di area seluas sekitar empat hektare. Meski demikian, petugas masih harus memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bawah permukaan gambut.

“Target kami hari ini clear semua, semua potensi sekecil apapun harus clear, sangat rawan kalau meninggalkan potensi di kebakaran gambut,” kata Ferdian.

Menurut Ferdian, pemadaman di lahan gambut membutuhkan kecermatan karena api dapat tersimpan di bawah permukaan tanah. Jika tidak dipadamkan secara menyeluruh, api berpotensi kembali menyala dan meluas.

Ia menjelaskan, area yang terbakar merupakan lahan terbuka dengan vegetasi semak belukar, belidang, tegakan gelam, dan pakis. Hingga kini, total luas area yang terbakar masih belum dapat dipastikan.

“Asap masih terlihat tipis-tipis, kondisi cuaca angin bertiup sedang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, Ferdian menduga kebakaran tersebut bukan terjadi secara alami. Api diduga berasal dari pembakaran yang sengaja dilakukan untuk membuka atau membersihkan lahan.

Dugaan tersebut diperkuat dengan keberadaan perkebunan sawit di sekitar lokasi kebakaran.

“Kemungkinan iya sengaja dibakar, sepertinya pembersihan lahan karena di sampingnya sudah ada sawit,” kata Ferdian.

Meski demikian, Ferdian menegaskan pihaknya saat ini memfokuskan upaya pada proses pemadaman. Sementara itu, penanganan dugaan tindak pidana pembakaran lahan menjadi kewenangan pihak kepolisian.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan kepolisian mendukung penuh upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Menurutnya, langkah pencegahan sejak dini sangat penting untuk melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memastikan aktivitas ekonomi dan pembangunan tetap berjalan.

“Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat merupakan fondasi utama keberhasilan upaya ini,” kata Nandang.

Polda Sumsel bersama jajaran polres akan mengoptimalkan patroli terpadu, sosialisasi larangan membakar lahan, deteksi dini titik panas, serta edukasi kepada masyarakat mengenai konsekuensi hukum pembakaran hutan dan lahan.

Nandang mengingatkan, pihak yang terbukti sengaja membakar hutan atau lahan dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

“Kami imbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan melapor jika menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan karhutla,” ujarnya.

Hingga kini, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan tidak kembali menyebar.

#Karhutla #OKI #Pedamaran #Sumsel #PoldaSumsel #KebakaranHutan #LintasSriwijaya
×
Berita Terbaru Update