Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Beruang Madu Belum Tertangkap, BKSDA Pasang Perangkap di Lubuk Binjai

Selasa, 08 September 2026 | September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T06:47:08Z


LUBUKLINGGAU, LINTASSRIWIJAYA.COM – Beruang yang berkeliaran di sekitar permukiman warga di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, hingga kini belum berhasil ditangkap. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel bersama pemerintah setempat telah memasang perangkap besi untuk menangkap satwa liar tersebut.


Lurah Lubuk Binjai Mustaqim mengatakan, pemasangan perangkap dilakukan bersama petugas BKSDA pada Sabtu (5/9/2026). Langkah tersebut diambil setelah warga kembali melaporkan keberadaan beruang di sekitar permukiman.


"BKSDA sudah datang Sabtu kemarin, kami dampingi ke lokasi. Kemudian kami dan pihak BKSDA sudah memasang perangkap," ujarnya, Selasa (8/9/2026).


Mustaqim menjelaskan, perangkap tersebut akan terus dipantau oleh warga. BKSDA juga meminta makanan yang digunakan sebagai umpan diganti apabila sudah habis.


"Kalau makanan di perangkap itu habis disuruh ganti dengan buah nangka yang baru. Perangkap itu nanti bakal dipantau selama satu bulan. Kalau sebulan tidak ada informasi berarti beruang tersebut sudah pergi dari kawasan itu," katanya.


Namun, sejak perangkap dipasang, belum ditemukan tanda-tanda beruang masuk ke dalam perangkap. Warga justru kembali melaporkan melihat seekor anak beruang di kawasan tersebut.


"Setelah pemasangan perangkap, belum ada tanda-tanda dia datang ke sana, tapi kemarin ada info dari warga juga terlihat anak beruang di sana. Tidak masuk perangkap, cuma terlihat saja," jelasnya.


Mustaqim menyebut anak beruang yang terlihat warga masih berukuran kecil. Berdasarkan pengamatan sementara, satwa tersebut diduga merupakan beruang madu.


"Anak beruang itu satu ekor, masih kecil. Sepertinya jenis beruang madu. Kalau yang kemarin keluar dari hutan dan berkeliaran memang jenis beruang madu," ungkapnya.


Ketua RT 05 Ramon mengatakan, keberadaan beruang tersebut masih membuat masyarakat resah. Sebelumnya, pihaknya juga telah mencoba memasang perangkap setelah satwa itu kembali terlihat di sekitar lokasi.


"Masih, berkeliaran di sana terus dia. Kemarin sempat dipasang perangkap, cuma belum terjebak. Kemarin rombongan lurah dan BKSDA yang masang," katanya.


Menurut Ramon, sejak kemunculan terakhir beruang tersebut belum ditemukan adanya kerusakan di sekitar permukiman. Kendati demikian, warga tetap khawatir satwa liar itu sewaktu-waktu dapat menyerang masyarakat.


"Meskipun begitu, tidak ada pengrusakan lagi sejak yang kemarin. Takutnya hewan itu menyerang warga," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel Yusmono mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab beruang tersebut turun dari kawasan hutan dan masuk ke area permukiman warga.


"Petugas sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Jenisnya beruang madu. Sudah dipasang perangkap dan akan dipantau," tuturnya.


Sebelumnya, seekor beruang dilaporkan keluar dari kawasan hutan dan berkeliaran di dekat permukiman warga Kelurahan Lubuk Binjai sejak Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.


Beruang tersebut diduga keluar dari kawasan hutan akibat kondisi cuaca panas dan musim kemarau. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga diduga menjadi salah satu faktor yang membuat satwa tersebut mencari sumber air atau makanan hingga mendekati permukiman warga.


Warga diimbau tetap waspada dan tidak mendekati maupun mengganggu satwa tersebut apabila kembali terlihat. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kemunculan beruang kepada aparat setempat atau petugas BKSDA agar dapat ditangani dengan aman. *


#Lubuklinggau #BeruangMadu #BKSDA #BKSDA Sumsel #LubukBinjai #SatwaLiar #Sumsel #BeritaSumsel #InfoLubuklinggau #BeruangBerkeliaran #LintasSriwijaya

×
Berita Terbaru Update