Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Sapa Pangan Disiapkan Jadi Pasar Digital Produk Lokal, Empat Desa di PALI Jadi Pilot Project

Selasa, 08 September 2026 | September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-08T14:15:53Z


PALI, LINTASSRIWIJAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi pemasaran produk pangan lokal.


Salah satu upaya yang disiapkan yakni implementasi program ‘Sapa Pangan’, sebuah platform pasar digital yang dirancang untuk membantu pelaku usaha pangan lokal memasarkan produk unggulan mereka secara lebih luas.


Rencana tersebut dibahas dalam rapat implementasi program ‘Sapa Pangan’ yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten PALI di Ruang Rapat Dinas Ketapang, Selasa (8/9/2026).


Rapat strategis itu dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Di antaranya Kepala Bappeda, Kepala DPMD, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinkopukm, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Ketapang, Kepala Disperindag, Kepala BRIDA, Plt. Kabag Ekonomi, serta seluruh camat se-Kabupaten PALI.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Khairiman, S.Pt., M.Si., mengatakan program ‘Sapa Pangan’ dirancang untuk memudahkan pelaku usaha pangan lokal memasarkan berbagai produk unggulan melalui platform digital.


“Program ini memudahkan para pelaku usaha, terutama yang bergerak di bidang pangan. Saat mau menjual produknya, mereka bisa menjual secara mandiri atau melalui Sapa Pangan di pasar digital ini,” ujar Khairiman usai rapat.


Menurut Khairiman, sistem Sapa Pangan saat ini masih dalam tahap uji coba dan penyempurnaan. Berdasarkan hasil rapat, Pemkab PALI akan menunjuk empat desa sebagai lokasi pilot project atau percontohan implementasi program.


“Ada beberapa poin yang memang kita perbaiki berdasarkan simulasi tadi. Insya Allah kita terapkan pilot project di empat desa. Jika dalam kurun satu hingga dua bulan ini sistem berjalan optimal, kami akan berekspansi ke seluruh desa di Kabupaten PALI,” jelasnya.


Empat desa yang ditetapkan sebagai lokasi uji coba tahap awal yakni Desa Babat, Desa Tambak, Desa Mangku Negara, dan Desa Prabumenang.


Implementasi di empat desa tersebut akan diawali dengan sosialisasi, perekrutan CEO atau pengelola program di tingkat desa, hingga pelatihan teknis bagi pelaku usaha lokal.


Pelatihan tersebut bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi Sapa Pangan untuk mendukung pemasaran produk mereka.


Khairiman menjelaskan, komoditas yang dipasarkan melalui platform tersebut nantinya akan disesuaikan dengan potensi masing-masing desa.


Program ini tidak hanya menyasar pelaku usaha skala menengah, tetapi juga mendorong pemasaran hasil produksi masyarakat dalam skala rumah tangga.


“Semuanya tergantung potensi desa. Contohnya di Desa Tambak ada peternakan ayam petelur, produk itu bisa masuk. Bahkan produksi skala rumah tangga pun kita dorong. Misalnya ada warga yang panen cabai setengah kilo dan tidak habis dikonsumsi sendiri, nanti CEO di desa yang membantu mengumpulkan dan memasarkannya di platform Sapa Pangan,” terangnya.


Sementara terkait mekanisme penetapan harga, Dinas Ketahanan Pangan memastikan tidak akan melakukan intervensi maupun menetapkan harga secara sepihak.


Harga jual nantinya diserahkan berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli serta mengikuti mekanisme pasar yang sehat dan adil.


Khairiman menambahkan, aplikasi Sapa Pangan dirancang dengan sistem sederhana dan mudah digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.


Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI menargetkan penyempurnaan sistem dapat diselesaikan dalam waktu dekat sebelum program tersebut resmi diluncurkan di empat desa percontohan.


Melalui program Sapa Pangan, Pemkab PALI berharap pemasaran produk pangan lokal semakin luas, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa dan memperkuat ekosistem pangan di Kabupaten PALI.


Dengan memanfaatkan platform digital, produk hasil pertanian, peternakan, perikanan, hingga produksi rumah tangga diharapkan dapat memiliki akses pasar yang lebih luas dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. *


#PALI #PenukalAbabLematangIlir #SapaPangan #KetahananPangan #PanganLokal #EkonomiDesa #UMKM #Digitalisasi #SumateraSelatan #BeritaPALI #LintasSriwijaya

×
Berita Terbaru Update