Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Lapas Lubuklinggau Over Kapasitas, Surakhmat: Hampir 1.000 Warga Binaan Huni Lapas

Minggu, 30 Agustus 2026 | Agustus 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-30T14:22:44Z


LUBUKLINGGAU, LINTASSRIWIJAYA.COM - Surakhmat resmi menjabat sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Lubuklinggau secara definitif. Ia menggantikan Imam Purwanto yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt).


Usai resmi menjabat, Surakhmat langsung menyoroti persoalan kelebihan kapasitas atau over kapasitas yang saat ini terjadi di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau.


Menurutnya, Lapas Kelas IIA Lubuklinggau sebenarnya memiliki kapasitas hunian sebanyak 495 orang. Namun, jumlah warga binaan yang saat ini menghuni lapas tersebut telah mencapai hampir 1.000 orang.


“Di Lubuklinggau ini kapasitasnya 495 dan sekarang dihuni kurang lebih hampir 1.000 atau hampir dua kali lipat,” kata Surakhmat usai acara serah terima jabatan di Lapas Lubuklinggau, Sabtu (29/8/2026).


Surakhmat mengatakan, persoalan kelebihan kapasitas bukan hanya terjadi di Lubuklinggau, tetapi juga menjadi persoalan secara nasional, termasuk di sejumlah lembaga pemasyarakatan di Sumatera Selatan.


Kondisi tersebut, menurutnya, tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kenyamanan warga binaan serta keamanan dan ketertiban di dalam lapas.


Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan dengan memaksimalkan berbagai solusi yang tersedia.


“Kalaupun solusi mentok, kita tetap akan memilih yang terbaik, sehingga warga binaan menjalani sisa hukumannya akan lebih nyaman, bisa mengikuti kegiatan-kegiatan, juga bisa menjaga keamanan dan ketertiban masing-masing,” ujarnya.


Selain menangani persoalan kelebihan kapasitas, Surakhmat memastikan akan melanjutkan berbagai program dan inovasi yang telah dijalankan oleh pimpinan Lapas Lubuklinggau sebelumnya.


“Saya akan meneruskan inovasi, juga produk-produk unggulan dari Lapas Lubuklinggau seperti pembinaan, pengamanan dan lain sebagainya agar tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.


Menurut Surakhmat, program-program yang telah berjalan akan dievaluasi. Program yang dinilai memberikan manfaat akan terus dikembangkan, sementara program yang belum optimal akan disesuaikan agar lebih bermanfaat bagi warga binaan maupun masyarakat.


Ia mengatakan, Lapas Lubuklinggau juga akan berupaya menjalankan berbagai program yang menjadi kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).


“Untuk internal kita tentunya ada 15 program aksi dari Menteri Imipas. Tahun 2026 kita akan melaksanakan semaksimal mungkin. Juga ada 21 perintah harian dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang akan kita maksimalkan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.


Salah satu program yang akan terus didorong adalah pembinaan keagamaan bagi warga binaan.


“Mungkin ada terkait one day one juz, itu merupakan program yang sangat positif,” katanya.


Selain itu, Lapas Lubuklinggau juga akan terus mengembangkan program ketahanan pangan. Meski memiliki keterbatasan lahan, pihaknya berupaya memaksimalkan area yang tersedia untuk kegiatan produktif warga binaan.


Program tersebut di antaranya melalui kegiatan beternak ayam petelur, bebek, hingga ikan.


“Nah itu memang lahan kita sangat minim, tapi kita sudah memaksimalkan agar kegiatan ini terlaksana,” pungkasnya. *


#Lubuklinggau #LapasLubuklinggau #Kalapas #Surakhmat #SumateraSelatan #WargaBinaan #Imipas #LintasSriwijaya

×
Berita Terbaru Update