Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Pabrik Sawit KUD Sejahtera Muba Diresmikan, Kapasitas Produksi Capai 45 Ton per Jam

Kamis, 13 Agustus 2026 | Agustus 13, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T06:42:15Z


MUBA, LINTASSRIWIJAYA.COM - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Pabrik Kelapa Sawit milik KUD Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (12/8/2026).


Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam mendorong hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi sekaligus memperkuat posisi tawar pekebun rakyat dalam rantai industri sawit nasional.


"Alhamdulillah hari ini bisa hadir melihat langsung pabrik kelapa sawit atau CPO yang dimiliki oleh KUD Sejahtera, pabrik kelapa sawit ini akan menjadi contoh yang nanti akan kita replikasi di daerah lain," kata Ferry dikutip dari siaran pers, Rabu (12/8/2026).


Ia berharap semakin banyak koperasi yang mengikuti jejak KUD Sejahtera sehingga mampu meningkatkan nilai tambah kelapa sawit. Dengan begitu, kesejahteraan anggota koperasi, termasuk petani sawit, turut meningkat.


Menurut Ferry, selama ini petani sawit atau anggota koperasi umumnya hanya menjadi pemasok Tandan Buah Segar (TBS) bagi perusahaan besar tanpa terlibat dalam proses hilirisasi karena belum memiliki pabrik pengolahan.


"Kalau semakin banyak koperasi yang punya pabrik, maka tidak menutup kemungkinan kita bisa bangun refinery sehingga bisa memproduksi minyak goreng sendiri yang nantinya bisa bisa dijual ke KDKMP," ucapnya.


Peluang hilirisasi kelapa sawit oleh koperasi semakin besar sejalan dengan komitmen PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang mendapat titipan lahan sawit hasil sitaan dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).


Lahan tersebut nantinya akan dikerjasamakan dengan koperasi dalam pengelolaannya.


Oleh karena itu, sinergi dengan Agrinas Palma dan perkebunan rakyat dinilai dapat memperbesar peluang koperasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjalankan program hilirisasi.


Ferry menegaskan, keberadaan pabrik hilirisasi kelapa sawit yang dikelola koperasi akan memberikan nilai tambah bagi petani sawit secara signifikan.


Dengan demikian, tingkat kesejahteraan petani juga diharapkan turut meningkat.


"Pada waktunya nanti kita juga akan masuk untuk mengolah produk turunannya sekitar ada 20-40 koperasi yang akan mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit," katanya.


Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, mengapresiasi peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin.


Menurutnya, peresmian tersebut merupakan bukti nyata kebangkitan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.


KSP berkomitmen untuk terus mengawal seluruh program prioritas Presiden Prabowo Subianto agar berjalan optimal. Salah satunya adalah hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi.


Dudung menekankan pentingnya koperasi sebagai lembaga ekonomi yang dapat menjadi instrumen utama dalam mendorong perputaran ekonomi dari desa hingga daerah.


Oleh karena itu, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai turut membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai kebutuhan dengan harga lebih murah serta mendapatkan akses langsung ke layanan strategis.


"Selamat kepada KUD Sejahtera, ini harus betul-betul dikelola dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat terutama petani. Harus ada pengaruhnya, nilai kesejahteraan anggota semakin tinggi dan kemajuan koperasi semakin nyata," tegas Dudung.


Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin merupakan peristiwa bersejarah bagi gerakan koperasi di daerahnya.


"Hal ini menjadi bukti bahwa koperasi mampu meningkatkan dirinya sehingga dapat sejajar dengan badan usaha lainnya seperti swasta atau BUMN," ucapnya.


Di sisi lain, Ketua KUD Sejahtera Tamrin menjelaskan kapasitas produksi pabrik pengolahan sawit tersebut mencapai 45 ton per jam, meningkat dari sebelumnya yang hanya 30 ton per jam.


Pasokan TBS diperoleh dari petani sawit dan anggota koperasi. Sementara itu, harga yang diterima petani dari penjualan TBS telah ditetapkan sejak awal sehingga memberikan kepastian harga jual.


Dalam peresmian tersebut turut hadir Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet, Anggota DPR RI Ratu Tenny Leriva, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Krisdianto, Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Seger Budiarjo, jajaran Forkopimda Provinsi Sumsel, serta Ketua KUD Sejahtera Tamrin. *


#MusiBanyuasin #Muba #Sumsel #KUDSejahtera #PabrikSawit #HilirisasiSawit #Koperasi #PetaniSawit #FerryJuliantono #BeritaSumsel #LintasSriwijaya

×
Berita Terbaru Update