EMPAT LAWANG, LINTASSRIWIJAYA.COM - Pemerintah Kabupaten Empat Lawang memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pembukaan lahan untuk pertanian.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan penyuluhan karhutla yang menghadirkan Tim Penyuluh Karhutla Pusat yang dipimpin Kolonel (CPM) M Faisal Amin Lubis. Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Empat Lawang Dr H Joncik Muhammad.
Joncik mengatakan, pencegahan karhutla harus dilakukan sejak dini agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Menurutnya, salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah kebiasaan sebagian masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut bahkan telah dilakukan secara turun-temurun di sejumlah wilayah di Kabupaten Empat Lawang.
Namun, kondisi cuaca yang semakin berisiko membuat kebiasaan tersebut harus mulai ditinggalkan.
"Kami meminta seluruh kepala desa dan lurah aktif menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan," kata Joncik.
Pemkab Empat Lawang, lanjutnya, akan mendorong masyarakat menggunakan metode pembukaan lahan tanpa bakar. Dukungan peralatan juga akan diupayakan, termasuk dengan melibatkan perusahaan yang memiliki fasilitas pendukung.
Joncik menyebut, hingga saat ini titik panas yang terdeteksi di wilayah Empat Lawang masih relatif terbatas. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat sekitar 11 titik panas yang sempat terdeteksi.
Salah satu titik panas tersebut berada di wilayah Pendopo yang berbatasan dengan Kabupaten Lahat.
Sementara itu, Kolonel (CPM) M Faisal Amin Lubis mengatakan, kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Pusat merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dalam memperkuat upaya pencegahan karhutla.
Menurut Faisal, penyuluhan menjadi salah satu langkah penting lantaran titik api masih ditemukan di sejumlah wilayah.
"Kita tidak dapat dimungkiri, masih ada titik api muncul. Sehingga cara paling efektif dalam rangka mencegah karhutla ini adalah penyuluhan," katanya.
Secara keseluruhan, sebanyak 1.000 personel TNI diterjunkan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan karhutla di 100 titik di seluruh Indonesia. *
