Kegiatan ini bertujuan memperkuat integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme aparatur dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, di Gedung Serbaguna SD Negeri 74 Gunung Gare, Senin (19/10/2026).
Orientasi dijadwalkan berlangsung dalam sembilan gelombang, mulai 19 Oktober hingga 21 Desember 2026. Selama kegiatan, para peserta akan mendapatkan pembekalan dari pejabat Pemkot Pagar Alam, unsur TNI, serta tim profesional kegiatan luar ruang yang telah tersertifikasi.
Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, menegaskan bahwa orientasi tersebut bukan sekadar formalitas maupun kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana untuk membentuk karakter aparatur yang berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Saya cuma menekankan orientasi itu adalah menempa integritas diri, menempa kedisiplinan. Nah, ini wujud cinta kita terhadap negeri, terkhusus Kota Pagar Alam. Karena dari kedisiplinan itu cerminan loyalitas, integritas, dan kejujuran semua akan terangkum di dalam satu wadah,” tegas Ludi.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan orientasi dengan serius serta memanfaatkan pembekalan yang diberikan untuk memahami nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dan etika kerja di lingkungan Pemkot Pagar Alam.
Ludi juga mendorong para PPPK agar mampu menjadi bagian dari penggerak birokrasi yang andal, solid, dan profesional dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan demikian, keberadaan aparatur pemerintah diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kota Pagar Alam, Rizki Kurnia Jaya, menjelaskan bahwa orientasi tahun ini diikuti 670 PPPK yang pelaksanaannya dibagi menjadi sembilan gelombang.
Menurutnya, pembekalan melibatkan pemateri dari internal Pemkot Pagar Alam, unsur TNI, serta tim profesional kegiatan luar ruang. Unsur TNI akan memberikan pembinaan fisik, mental, dan wawasan kebangsaan. Sementara itu, tim profesional akan membantu membangun kekompakan, kepemimpinan, serta ketahanan mental para peserta.
“Benar, tahun ini kita orientasi 670 PPPK yang terbagi menjadi sembilan gelombang. Kita sengaja libatkan pemateri dari internal Pemkot, TNI untuk pembinaan fisik, mental dan wawasan kebangsaan, serta tim outdoor profesional bersertifikat untuk membangun kekompakan, leadership, dan ketahanan mental,” jelas Rizki.
Ia menambahkan, orientasi tersebut wajib diikuti sebagai bekal bagi PPPK sebelum menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparatur pemerintah, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya setelah orientasi ini, mereka tidak hanya paham tupoksi, tapi benar-benar paham nilai BerAKHLAK, etika birokrasi, dan siap menjadi ASN yang disiplin, profesional, dan loyal kepada daerah,” pungkasnya.*
