Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Harga Cabai di MLM Melonjak, Cabai Rawit Merah Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

Senin, 19 Oktober 2026 | Oktober 19, 2026 WIB Last Updated 2026-10-20T06:48:07Z


MUSI RAWAS, LINTASSRIWIJAYA.COM – Harga cabai di wilayah MLM (Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Musi Rawas Utara), Sumatera Selatan, mengalami kenaikan akibat musim kemarau berkepanjangan. Bahkan, harga cabai rawit merah di Pasar B Srikaton, Kabupaten Musi Rawas, menembus Rp90.000 per kilogram.


Kenaikan harga tersebut dipicu berkurangnya pasokan cabai dari petani akibat hasil panen yang tidak maksimal selama musim kemarau. Ketiga daerah tersebut diketahui mendapatkan pasokan cabai dari wilayah Curup, Bengkulu.


Berdasarkan pantauan harga di Pasar B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, harga cabai merah besar naik dari Rp75.000 menjadi Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau mengalami kenaikan dari Rp64.000 menjadi Rp68.000 per kilogram.


Kenaikan paling tinggi terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Harganya melonjak Rp15.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp75.000 menjadi Rp90.000 per kilogram.


Berbeda dengan Pasar B Srikaton, harga cabai di Pasar Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, masih relatif stabil. Cabai merah besar dijual Rp75.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp60.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp70.000 per kilogram.


Sementara itu, di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), harga cabai di Pasar Kalangan, Desa Beringin Makmur 2, Kecamatan Rawas Ilir, juga bervariasi. Cabai rawit merah dijual Rp80.000 per kilogram, cabai keriting Rp70.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp60.000 per kilogram, cabai merah besar Rp70.000 per kilogram, dan cabai hijau Rp50.000 per kilogram.


Adapun di Kota Lubuklinggau, harga cabai di Pasar Inpres, Bukit Sulap, dan Simpang Periuk tercatat sama. Cabai merah besar dijual Rp70.000 per kilogram, cabai hijau besar Rp40.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp80.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp70.000 per kilogram.


Kasi Distributor Pangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Musi Rawas, Armansyah, membenarkan adanya kenaikan harga komoditas cabai di pasaran.


"Memang hasil pantauan petugas di lapangan harga komoditas cabai mengalami kenaikan dalam minggu ini," katanya, Senin (19/10/2026).


Menurut Armansyah, kenaikan harga tersebut dipengaruhi musim kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi cuaca menyebabkan pasokan dari petani berkurang karena hasil panen tidak maksimal.


"Dampak kemarau ini, jadi pasokan dari petani kurang, karena hasil panen petani juga tidak maksimal," ungkapnya.


Sementara itu, salah satu petani cabai di Curup, Bengkulu, Cesar SWF Astowo, mengatakan musim kemarau panjang turut memengaruhi pertumbuhan tanaman cabai.


"Memang karena musim kemarau ini mempengaruhi hasil panen cabai. Bahkan sudah seminggu ini tidak hujan di Curup. Sebelumnya sempat hujan, tapi sebentar," ujarnya.


Cesar menyebut kenaikan harga cabai terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir seiring kondisi cuaca yang belum mendukung produksi petani.


"Antara dua atau tiga minggu ini naik terus karena musim kemarau ini," tuturnya.


Meski harga cabai mengalami kenaikan, permintaan dari masyarakat disebut masih relatif stabil.


"Karena memang cabai ini tetap menjadi salah satu kebutuhan sehari-hari sehingga masyarakat masih membelinya meskipun harga di pasaran meningkat," tuturnya.


Kenaikan harga cabai di wilayah MLM ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca dan ketersediaan pasokan masih menjadi faktor penting yang memengaruhi harga kebutuhan pangan di pasaran. Jika musim kemarau berkepanjangan terus menghambat produksi petani, harga cabai berpotensi tetap tinggi dan membebani pengeluaran masyarakat. *

×
Berita Terbaru Update