Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Pertamina EP Gagalkan Pencurian Minyak Mentah di Prabumulih, Tiga Terduga Pelaku Ditangkap

Kamis, 22 Oktober 2026 | Oktober 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T10:17:16Z


PRABUMULIH, LINTASSRIWIJAYA.COM – Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field menggagalkan aksi pencurian minyak mentah atau illegal tapping di jalur Trunk Line PPP-KM3 Plaju, Desa Cambai, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Selasa (20/10/2026). Dalam pengungkapan tersebut, tiga orang terduga pelaku berhasil ditangkap.


PEP Prabumulih Field merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 atau Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.


Keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara PEP Prabumulih Field, PEP Jambi Field, Polres Prabumulih, Polsek Tanah Abang, Polsek Bajubang, serta Polsek Kota Baru Jambi.


"Kami tidak mentoleransi segala bentuk tindakan yang mengancam keberlangsungan objek vital nasional dan membahayakan masyarakat. Kami berterima kasih kepada PEP Jambi Field dan pihak kepolisian yang telah membantu menjaga keamanan serta keberlangsungan operasi di wilayah kerja kami," ujar Pejabat Sementara (Pjs) Senior Manager PEP Prabumulih Field, Eko Bagus Wibowo.


Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen yang diterima tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Operations PEP Prabumulih Field pada 9 Oktober 2026.


Berdasarkan informasi tersebut, sindikat illegal tapping terdeteksi beroperasi di sejumlah titik di wilayah Jambi dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sindikat itu juga diduga berencana melancarkan aksi pencurian minyak mentah di wilayah Prabumulih.


Menindaklanjuti informasi tersebut, PEP Prabumulih Field berkoordinasi dengan Polsek Kota Baru Jambi dan PEP Jambi Field untuk menelusuri data para terduga pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).


Penyelidikan kemudian dikonsolidasikan bersama Polres Prabumulih hingga akhirnya tim gabungan berhasil mengidentifikasi dan menangkap para terduga pelaku.


Pada Selasa (20/10/2026), tim gabungan bersama Tim Pengamanan Tertutup Zona 4 meringkus tiga orang terduga pelaku berinisial SH, D, dan RH di kawasan Perumahan Jalan Nias, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.


Dalam penangkapan tersebut, petugas turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian minyak mentah. Barang bukti itu meliputi satu unit mobil bak terbuka, satu unit sepeda motor, dua buah clam dan kerangan berukuran 8 dan 10 inci, selang sepanjang 100 meter, 15 batang pipa galvanis berukuran masing-masing 4 meter, bor listrik, pasak, serta sejumlah peralatan kunci.


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para terduga pelaku mengaku terlibat dalam sejumlah aksi illegal tapping di berbagai daerah. Lokasi yang disebutkan di antaranya empat titik di Kabupaten PALI, jalur Trunk Line Tempino–Plaju, serta jalur Trunk Line Bajubang–Tempino.


Selain pengungkapan kasus pencurian minyak mentah tersebut, pada hari yang sama tim HSSE PEP Prabumulih Field juga berhasil menggagalkan aksi pencurian aset di Kompleks Pertamina Prabumulih.


Petugas keamanan memergoki seorang pelaku yang diduga melakukan pencurian di rumah dinas pekerja Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).


Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa gergaji besi, linggis, dan pisau. Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke posko security sebelum diserahkan kepada Polsek Prabumulih Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


"Keselamatan masyarakat dan keamanan objek vital nasional merupakan prioritas kami. PEP Prabumulih Field akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta pemangku kepentingan untuk memastikan keamanan obvitnas serta kelancaran kegiatan operasi hulu migas," tegas Eko.


Sebagai informasi, PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra di bawah naungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).


Zona ini mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), meliputi PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.


Wilayah operasional tersebut tersebar di dua kota, yakni Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.


Seluruh operasional PHR Zona 4 berada di bawah koordinasi dan pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). *

×
Berita Terbaru Update