Upaya tersebut dilakukan melalui program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang digagas Kementerian Pertanian. Program ini mengintegrasikan mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, pengaturan pola tanam, serta pengelolaan air secara efisien guna meningkatkan hasil produksi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, mengatakan peningkatan produksi padi tidak cukup hanya mengandalkan luas lahan. Petani juga perlu menerapkan teknik budidaya yang tepat, mulai dari proses penanaman hingga panen.
“Prinsip PM-AAS mencakup tanam benih langsung, pola tanam rapat, manajemen air, mekanisasi pertanian, dan penggunaan varietas unggul,” ujar Hendra.
Salah satu metode yang didorong dalam program tersebut adalah Tanam Benih Langsung (Tabela), yakni teknik menanam benih langsung ke lahan menggunakan alat seperti drum seeder atau direct seeder.
Metode ini berpotensi mempercepat proses penanaman, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta menghasilkan jarak tanam yang lebih teratur. Dengan demikian, proses budidaya diharapkan menjadi lebih efisien dibandingkan metode penanaman yang membutuhkan banyak tenaga kerja.
Selain itu, PM-AAS menerapkan pola tanam seperti jajar legowo 4:1 atau 6:1 untuk mengoptimalkan populasi tanaman dan membantu penyerapan cahaya matahari. Pengaturan jarak tanam yang tepat diharapkan mampu mendukung pertumbuhan padi secara optimal sehingga potensi hasil panen dapat meningkat.
“Dengan pengaturan jarak tanam yang tepat, pertumbuhan tanaman diharapkan lebih optimal sehingga potensi hasil panen dapat meningkat. Selain penanaman, mekanisasi juga diterapkan dalam pengolahan lahan hingga panen,” kata Hendra.
Penggunaan alat dan mesin pertanian, termasuk combine harvester, juga menjadi bagian penting dalam penerapan pertanian modern. Penggunaan mesin tersebut dapat mempercepat proses panen, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta menekan kehilangan hasil akibat proses pemanenan yang kurang efisien.
Di sisi lain, program PM-AAS turut mendorong pengelolaan air melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang. Melalui metode ini, lahan tidak terus-menerus digenangi air, tetapi pengairan dilakukan sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.
Pendekatan tersebut bertujuan menghemat penggunaan air sekaligus menjaga ketersediaannya agar kebutuhan pertumbuhan tanaman padi tetap terpenuhi.
Dari sisi penggunaan benih, petani juga didorong memilih Varietas Unggul Baru (VUB) yang memiliki potensi produktivitas tinggi. Sejumlah varietas yang dapat dipertimbangkan antara lain Inpari 42, Inpari 47, Cakrabuana, dan Inpago 12 Agritan.
Meski demikian, pemilihan varietas harus disesuaikan dengan karakteristik lahan, ketersediaan air, serta kondisi lingkungan setempat agar pertumbuhan tanaman dapat berlangsung optimal.
Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang berharap penerapan teknologi pertanian modern, penggunaan benih bermutu, pengaturan pola tanam, serta pengelolaan air yang efisien dapat meningkatkan hasil panen sekaligus memperbaiki efektivitas usaha tani.
Melalui program PM-AAS, petani diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi padi, tetapi juga mengelola biaya operasional dan kebutuhan tenaga kerja secara lebih efisien.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mendorong pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan di Kabupaten Empat Lawang. *
