Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

15 Kasus HIV Baru Ditemukan di Empat Lawang Sepanjang 2026, Usia Produktif Mendominasi

Selasa, 03 November 2026 | November 03, 2026 WIB Last Updated 2026-11-04T01:20:08Z


EMPAT LAWANG, LINTASSRIWIJAYA.COM – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, masih menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan. Hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 15 kasus baru HIV telah terdiagnosis. Angka tersebut menambah catatan kasus setelah pada 2025 ditemukan 24 kasus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.


Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, jumlah kasus HIV menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 tercatat sebanyak 18 kasus, kemudian meningkat menjadi 24 kasus pada 2025 atau naik sekitar 33,3 persen.


Sementara itu, sepanjang Januari hingga Oktober 2026, sebanyak 15 kasus baru kembali ditemukan. Dari jumlah tersebut, sembilan pasien berjenis kelamin laki-laki dan enam lainnya perempuan.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, Deri Kurniawan, mengatakan penanganan terhadap pasien HIV menjadi salah satu perhatian pihaknya. Setiap pasien yang terdiagnosis diarahkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan serta menjalani pengobatan secara berkelanjutan.


“Dari 24 kasus yang terdata pada 2025, tidak ada pasien yang meninggal dunia. Seluruhnya masih dalam pemantauan dan mendapatkan layanan kesehatan secara rutin,” ujar Deri.


Berdasarkan data hingga Oktober 2026, kasus HIV paling banyak ditemukan pada kelompok usia 25–49 tahun, dengan persentase sekitar 73,3 persen dari total kasus.


Selanjutnya, kelompok usia 20–24 tahun mencapai 13,3 persen. Sedangkan kelompok usia di bawah empat tahun dan di atas 50 tahun secara gabungan mencapai sekitar 13,4 persen.


Dominasi kasus pada kelompok usia 25–49 tahun menjadi perhatian tersendiri karena kelompok tersebut merupakan usia produktif. Meski demikian, HIV dapat menginfeksi siapa saja sehingga upaya pencegahan, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.


Untuk menekan penyebaran HIV, Dinas Kesehatan terus mendorong pelaksanaan skrining atau pemeriksaan HIV, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko.


Deteksi dini dinilai penting agar seseorang yang terdiagnosis HIV dapat segera memperoleh penanganan medis dan mengakses pengobatan sesuai prosedur kesehatan.


“Kami terus meningkatkan upaya skrining, khususnya pada kelompok berisiko. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.


Selain memperkuat upaya pencegahan dan pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif maupun melakukan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV.


Pasalnya, stigma dan diskriminasi dapat membuat seseorang takut memeriksakan diri maupun mengakses layanan pengobatan. Padahal, dengan penanganan medis yang tepat serta kepatuhan menjalani terapi antiretroviral (ARV), orang dengan HIV tetap dapat menjaga kesehatan dan kualitas hidupnya.


Masyarakat juga perlu memahami bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa, seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi tempat duduk, maupun makan bersama.


“HIV bukan untuk ditakuti, tetapi harus dicegah dan ditangani dengan benar. Dengan kerja sama semua pihak serta menghilangkan stigma, kami optimistis angka kasus di Empat Lawang dapat ditekan,” pungkasnya.


Dinas Kesehatan berharap masyarakat semakin terbuka terhadap pemeriksaan kesehatan dan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga medis. Melalui deteksi dini, pengobatan berkelanjutan, serta dukungan lingkungan yang bebas diskriminasi, pengendalian kasus HIV di Kabupaten Empat Lawang diharapkan dapat berjalan lebih efektif. *

×
Berita Terbaru Update