Peristiwa nahas itu terjadi di Desa D Tegalrejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, pada 1 November 2026 sekitar pukul 20.00 WIB.
Kapolsek Tugumulyo AKP Rudin Suprianto mengatakan, sebelum kejadian korban bersama tiga rekannya, yakni Taki, Farel, dan Ramsah, berangkat dari Muara Beliti menuju Kecamatan Tugumulyo untuk berburu ikan di saluran irigasi.
"Setibanya di lokasi, korban bersama teman-temannya langsung menyelam di bawah bendungan atau dam irigasi Desa D Tegalrejo menggunakan alat panah ikan," katanya, Senin (2/10/2026).
Saat melakukan aktivitas tersebut, korban diketahui menyelam seorang diri. Padahal, rekan-rekannya sudah lebih dahulu memperingatkan agar korban tidak menyelam sendirian dan tetap berada di pinggiran irigasi.
"Namun korban tetap menyelam hingga akhirnya ia tersedot ke dalam dam irigasi hingga korban tenggelam," ungkapnya.
Mengetahui korban tenggelam, teman-temannya langsung melakukan pencarian. Setelah beberapa waktu, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Derasnya arus air di dalam dam irigasi membuat petugas dan warga membutuhkan waktu cukup lama untuk mengangkat tubuh korban.
"Korban baru berhasil diangkat dari dam sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah berhasil dievakuasi, korban sempat dibawa ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," tuturnya. *
